Pertanyaan seputar disrupsi operasional IT hari ini bukan berkutat pada apakah itu akan terjadi, melainkan kapan itu terjadi. Baik skenario bencana alam geologis maupun skema serangan Ransomware mengharuskan organisasi memegang Disaster Recovery Plan (DRP) yang terkualifikasi.
Parameter inti dari ketahanan ini diukur dari Recovery Time Objective (RTO) dan Recovery Point Objective (RPO). Semakin ketat ambang batas ini, investasi infrastruktur failover yang dibutuhkan semakin tinggi.
Praktek kami menyoroti kerentanan pada DR drill test tahunan. Eksekusi pengujian berkala tidak boleh dihindari hanya karena ketakutan proses sinkronisasi akan mengganggu sistem live production. Pemanfaatan as-a-Service Cloud (DRaaS) dapat menjembatani kepanikan ini dengan simulasi berkala terisolasi.
Perencanaan keberlangsungan bisnis bukan fitur opsional, ia adalah asuransi kelangsungan eksistensial bagi entitas bisnis modern.