Kompleksitas Supply Chain global modern seringkali terhambat oleh proses verifikasi silang (cross-verification) di antara banyak pihak, mulai dari manufaktur, bea cukai, ekspedisi, hingga distributor.
Smart Contracts berbasis blockchain muncul sebagai solusi untuk mengurangi perselisihan tagihan dan mempercepat settlement pembayaran. Ketika kriteria tertentu, seperti status konfirmasi kedatangan di pelabuhan tercapai, kontrak pintar secara otomatis memproses transaksi dana tanpa intervensi bank atau pialang tambahan.
Dari analisis penerapan purwarupa yang dilakukan di kawasan pelabuhan terintegrasi, ditemukan peningkatan efisiensi pengeluaran kas (cash displacement) sebesar 18% dalam kurun waktu 4 bulan pasca uji coba.
Meski adopsinya masih dibayangi hambatan standarisasi, peran Smart Contracts tidak dapat diabaikan bagi korporasi yang menyasar optimasi supply chain tanpa friksi di dekade ini.